Universitas Oxford
Universitas Oxford terdiri dari tiga puluh sembilan kolese semi-otonom konstituen, empat asrama swasta permanen, dan berbagai departemen akademik yang diorganisasikan ke dalam empat divisi. Setiap kolese adalah lembaga independen yang mengatur urusannya sendiri di dalam universitas, mengendalikan keanggotaannya sendiri dan memiliki struktur dan kegiatan internalnya sendiri, dimana semua mahasiswa diwajibkan untuk menjadi anggota sebuah kolese. Oxford tidak memiliki kampus utama, dan gedung serta fasilitasnya tersebar di seluruh pusat kota. Pengajaran sarjana di Oxford terdiri dari ceramah, sistem tutorial di kolese dan asrama, seminar, praktik laboratorium dan kadang-kadang tutorial lebih lanjut yang disediakan oleh fakultas dan departemen universitas pusat. Pengajaran pascasarjana secara eksklusif diberikan secara dominan oleh universitas pusat.
Universitas Oxford juga mengoperasikan Museum Ashmolean, yang merupakan museum universitas tertua di dunia; Oxford University Press, percetakan universitas terbesar di dunia; dan sistem perpustakaan akademik terbesar secara nasional. Pada tahun fiskal yang berakhir 31 Juli 2023, Oxford memiliki total pendapatan konsolidasi sebesar £2,92 miliar, dimana £789 juta di antaranya berasal dari hibah dan kontrak penelitian.
Oxford telah mendidik berbagai alumni terkemuka di dunia, termasuk 30 Perdana Menteri Britania Raya dan banyak kepala negara dan pemerintahan di seluruh dunia.[14] Setidaknya pada Oktober 2022, 73 penerima Penghargaan Nobel, 4 Peraih Medali Fields, dan 6 pemenang Penghargaan Turing telah dimatrikulasi sebagai mahasiswa, bekerja, atau mengadakan beasiswa kunjungan di Universitas Oxford, sementara alumninya telah memenangkan 160 medali Olimpiade. Universitas Oxford juga merupakan rumah bagi banyak beasiswa, termasuk Beasiswa Rhodes, salah satu program beasiswa pascasarjana internasional tertua di dunia.

Post a Comment
0Comments