ISRA MI'RAJ : PERJALANAN RASULULLAH KE LANGIT KE 7

halimahdansandy
By -
0

 ISRA MIRAJ MEMPERINGATI PERJALANAN RASULLAH TENTANG SHALAT




Isra Miraj: Perjalanan Rasulullah SAW ke langit 7 tentang sholat

Isra Miraj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menjadi bukti kebesaran Allah SWT dan keistimewaan Rasulullah SAW. Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, ketika Rasulullah SAW mengalami perjalanan spiritual yang luar biasa. Isra Miraj tidak hanya mengandung dimensi keajaiban, tetapi juga pesan mendalam bagi umat Islam.

Makna Isra dan Miraj

Isra berarti perjalanan malam yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

“Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
(QS. Al-Isra: 1)

Sementara itu, Miraj adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Aqsa naik ke Sidratul Muntaha di langit tertinggi untuk bertemu langsung dengan Allah SWT. Dalam perjalanan ini, Rasulullah SAW menyaksikan banyak tanda kekuasaan Allah, termasuk surga, neraka, dan berbagai hal gaib lainnya.

Rangkaian Peristiwa Isra Miraj

Isra Miraj terjadi dalam dua tahap:

  1. Perjalanan Isra
    Rasulullah SAW diantarkan oleh Malaikat Jibril menggunakan Buraq, hewan tunggangan yang sangat cepat, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Setibanya di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW memimpin salat bersama para nabi terdahulu. Peristiwa ini menggambarkan hubungan spiritual dan kepemimpinan Rasulullah SAW atas umat manusia.

  2. Perjalanan Miraj
    Dari Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW naik ke langit melalui lapisan-lapisan langit. Pada setiap lapisan, beliau bertemu dengan para nabi, seperti Nabi Adam AS, Nabi Isa AS, Nabi Musa AS, hingga Nabi Ibrahim AS. Puncaknya, Rasulullah SAW mencapai Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang hanya dapat dijangkau oleh beliau. Di sana, Allah SWT memberikan perintah salat lima waktu sebagai kewajiban bagi umat Islam.

Pesan Penting Isra Miraj

Isra Miraj mengandung berbagai hikmah dan pelajaran penting, antara lain:

  1. Keimanan kepada Allah SWT
    Peristiwa ini menguatkan iman Rasulullah SAW dan para sahabat. Umat Islam diajak untuk mempercayai keajaiban Allah SWT meskipun tidak dapat dijangkau oleh akal manusia.

  2. Kewajiban Salat Lima Waktu
    Salat merupakan ibadah yang langsung diperintahkan oleh Allah SWT tanpa perantara, menunjukkan betapa pentingnya salat sebagai tiang agama.

  3. Persatuan Umat Islam
    Pertemuan Rasulullah SAW dengan para nabi menunjukkan hubungan lintas zaman yang mengajarkan umat Islam untuk bersatu dalam keimanan dan kebaikan.

  4. Motivasi dalam Menghadapi Ujian
    Isra Miraj terjadi setelah Rasulullah SAW menghadapi tahun yang penuh kesedihan (Tahun Kesedihan). Peristiwa ini mengajarkan bahwa setelah kesulitan, Allah SWT akan memberikan kemudahan dan keajaiban.

Peringatan Isra Miraj

Umat Islam di berbagai belahan dunia memperingati Isra Miraj dengan berbagai cara, seperti mengadakan pengajian, ceramah agama, dan salat berjemaah. Peringatan ini bukan sekadar ritual, tetapi juga momen untuk mengingat kembali pesan spiritual yang terkandung dalam peristiwa tersebut.

Isra Miraj adalah bukti nyata kebesaran Allah SWT dan keistimewaan Rasulullah SAW sebagai utusan-Nya. Peristiwa ini mengajarkan umat Islam untuk selalu memperkuat iman, melaksanakan salat, dan menjaga hubungan baik dengan Allah SWT serta sesama manusia.


1. Surah Al-Isra (Ayat 1)

Ayat ini berbicara tentang perjalanan malam Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa:

سُبْحَانَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًۭا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

“Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
(QS. Al-Isra: 1)

2. Surah An-Najm (Ayat 13-18)

Ayat-ayat ini menggambarkan perjalanan Miraj, yaitu ketika Rasulullah SAW naik ke langit dan menyaksikan kebesaran Allah SWT:

وَلَقَدْ رَءَاهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ ۝ عِندَ سِدْرَةِ ٱلْمُنتَهَىٰ ۝ عِندَهَا جَنَّةُ ٱلْمَأْوَىٰ ۝ إِذْ يَغْشَى ٱلسِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ ۝ مَا زَاغَ ٱلْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ ۝ لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ ءَايَٰتِ رَبِّهِ ٱلْكُبْرَىٰ

“Dan sesungguhnya dia (Muhammad) telah melihat Jibril (dalam rupanya yang asli) pada kesempatan lain, di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak pula melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar.”
(QS. An-Najm: 13-18)

Makna Ayat-Ayat Tersebut

  • QS. Al-Isra: 1 menegaskan keagungan Allah SWT yang memperjalankan Rasulullah SAW untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya. Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa menghubungkan dua tempat suci utama umat Islam.
  • QS. An-Najm: 13-18 menggambarkan keistimewaan Rasulullah SAW yang menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah di Sidratul Muntaha, termasuk surga, neraka, dan berbagai kejadian gaib.

Ayat-ayat ini menjadi landasan utama dalam keimanan umat Islam terhadap peristiwa Isra Miraj.



Post a Comment

0Comments

Post a Comment (0)